Tampilkan postingan dengan label Bintang. Tampilkan semua postingan
"Apakah Tiap Malam Kita Melihat Bintang yang Sama?"
Jawabannya tidak. Setiap malam kita dapat
melihat ada bintang-bintang baru di ufuk timur saat Matahari terbenam.
Kita juga melihat bahwa bintang-bintang di ufuk barat yang kita amati
pada malam sebelumnya tidak dapat kita amati lagi.
Ketika bintang-bintang yang ada di langit malam terbenam, yang lain pun terbit. Perlu diingat juga, bintang yang dilihat pengamat di belahan bumi utara dan selatan juga berbeda.
Bintang yang dilihat pengamat akan tampak bergerak melintasi langit sepanjang malam dan terus melintasi langit di siang hari --meskipun tak dapat dilihat oleh manusia dan akan kembali di lokasi yang relatif sama di malam hari di waktu yang sama keesokan harinya.
Tapi kalau pengamatan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama, pengamat akan melihat kalau lokasi bintang dan kelompoknya itu bergeser. Ada pula kelompok bintang baru yang tampak di langit pada waktu tersebut.
Mengapa demikian?
Penyebab bintang-bintang tampak bergerak di langit malam adalah gerak rotasi Bumi. Perputaran Bumi pada porosnya inilah yang menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang-bintang melintasi angkasa terbit dan terbenam seperti layaknya Matahari dan Bulan.
Bumi menyelesaikan putaran 360° pada porosnya setiap 23 jam 56 menit sehingga bintang pun tampak berputar dan bergerak.
Jika dilihat dari kutub, maka Bumi akan tampak berputar berlawanan arah jarum jam, dan bintang-bintang akan tampak bergerak dari timur ke barat.
Tapi bagi pengamat di kutub, bintang akan tampak berputar di langit tidak pernah mencapai horison sehingga tidak akan mengalami terbit dan tenggelam. Bintang-bintang seperti ini disebut bintang sirkumpolar.
Lakukan percobaan ini!
Keluar dan amatilah langit. Pilih beberapa bintang atau satu rasi bintang tertentu dan petakan pada kertas. Amati sepanjang malam dan lihatlah pergerakan bintang-bintang itu.
Lakukan pengamatan secara rutin pada waktu yang sama selama beberapa hari berikutnya dan bandingkan gambar yang dibuat setiap melakukan pengamatan. Pada jam yang sama, bintang yang dilihat “hampir tidak mengalami perubahan posisi” tapi sepanjang malam, sang bintang bergerak dari timur ke barat.
Sekarang, lakukan pengamatan pada jam yang sama beberapa bulan kemudian. Pengamat akan menemukan kalau bintang-bintang yang dilihat dulu sudah berpindah lokasi atau bahkan sudah tidak tampak lagi di langit malam digantikan kelompok bintang yang berbeda. Ini disebabkan oleh gerak Bumi mengelilingi Matahari.
Bumi membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi Matahari, dan selama setahun tersebut, pengamat di Bumi akan melihat kelompok bintang atau konstelasi bintang yang berbeda.
Jadi perputaran Bumi pada dirinya sendiri menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang bergerak sepanjang malam. Perputaran Bumi mengelilingi Matahari memberi kesempatan pada pengamat di Bumi untuk mengamati porsi langit malam yang berbeda-beda.
Ketika bintang-bintang yang ada di langit malam terbenam, yang lain pun terbit. Perlu diingat juga, bintang yang dilihat pengamat di belahan bumi utara dan selatan juga berbeda.
Bintang yang dilihat pengamat akan tampak bergerak melintasi langit sepanjang malam dan terus melintasi langit di siang hari --meskipun tak dapat dilihat oleh manusia dan akan kembali di lokasi yang relatif sama di malam hari di waktu yang sama keesokan harinya.
Tapi kalau pengamatan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama, pengamat akan melihat kalau lokasi bintang dan kelompoknya itu bergeser. Ada pula kelompok bintang baru yang tampak di langit pada waktu tersebut.
Mengapa demikian?
Penyebab bintang-bintang tampak bergerak di langit malam adalah gerak rotasi Bumi. Perputaran Bumi pada porosnya inilah yang menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang-bintang melintasi angkasa terbit dan terbenam seperti layaknya Matahari dan Bulan.
Bumi menyelesaikan putaran 360° pada porosnya setiap 23 jam 56 menit sehingga bintang pun tampak berputar dan bergerak.
Jika dilihat dari kutub, maka Bumi akan tampak berputar berlawanan arah jarum jam, dan bintang-bintang akan tampak bergerak dari timur ke barat.
Tapi bagi pengamat di kutub, bintang akan tampak berputar di langit tidak pernah mencapai horison sehingga tidak akan mengalami terbit dan tenggelam. Bintang-bintang seperti ini disebut bintang sirkumpolar.
Lakukan percobaan ini!
Keluar dan amatilah langit. Pilih beberapa bintang atau satu rasi bintang tertentu dan petakan pada kertas. Amati sepanjang malam dan lihatlah pergerakan bintang-bintang itu.
Lakukan pengamatan secara rutin pada waktu yang sama selama beberapa hari berikutnya dan bandingkan gambar yang dibuat setiap melakukan pengamatan. Pada jam yang sama, bintang yang dilihat “hampir tidak mengalami perubahan posisi” tapi sepanjang malam, sang bintang bergerak dari timur ke barat.
Sekarang, lakukan pengamatan pada jam yang sama beberapa bulan kemudian. Pengamat akan menemukan kalau bintang-bintang yang dilihat dulu sudah berpindah lokasi atau bahkan sudah tidak tampak lagi di langit malam digantikan kelompok bintang yang berbeda. Ini disebabkan oleh gerak Bumi mengelilingi Matahari.
Bumi membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi Matahari, dan selama setahun tersebut, pengamat di Bumi akan melihat kelompok bintang atau konstelasi bintang yang berbeda.
Jadi perputaran Bumi pada dirinya sendiri menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang bergerak sepanjang malam. Perputaran Bumi mengelilingi Matahari memberi kesempatan pada pengamat di Bumi untuk mengamati porsi langit malam yang berbeda-beda.
(Sumber: langitselatan.com)
Admin "N.P"
Kamis, 12 September 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI
Tag :
Bintang,
InfoAstronomi
"Ditemukan Medan Magnet Raksasa dari Bintang Yang Sudah Mati"
Ilmuwan melalui bantuan teleskop luar angkasa mengklaim telah menemukan
fenomena medan magnet terbesar di luar angkasa. Kekuatan medan magnet
ini kabarnya 20 triliun lebih kuat ketimbang magnet pada perangkat elektronik.
Dilansir Telegraph, fenomena medan magnet paling kuat di alam semesta berhasil ditemukan. Fenomena tersebut terkait dengan kematian bintang yang memiliki massa setara dengan matahari dan kabarnya menyebar ke seluruh area sepanjang 12 mil.
Bintang yang telah mati ini memiliki kode nama SGR 0418+5729, yang berjarak 6.500 tahun cahaya dari Bumi. Awalnya, bintang tersebut diketahui memiliki kekutan medan magnet yang rendah.
Astronom mengestimasi bahwa bintang mati ini memproduksi medan magnet berkekuatan 20 triliun lebih kuat ketimbang pintu magnet mesin pendingin standar. Bintang mati ini merupakan jenis bintang neutron yang dinamakan 'magnetar'.
Konon, bintang ini bisa memproduksi objek padat ekstrem ketika berotasi dan melepaskan sinar gamma dan sinar-X. SGR 0418 pertama kali ditemukan pada 2009 oleh teleskop luar angkasa Fermi milik badan antariksa Amerika serikat, NASA dan observatorium Koronas-Photon Rusia.
"Sampai sekarang, semua indikasi (mengungkap) bahwa magnetar ini memiliki salah satu medan magnet permukaan terlemah. Namun, kami menduga bahwa SGR 0418 sebenarnya menyembunyikan medan magnet yang jauh lebih kuat, jauh dari jangkauan teknik analisis kami," jelas Andrea Tiengo dari Istituto Universitario di Studi Superiori, Italia.
Tiengo dan timnya menggunakan teknik baru dengan mencari variasi dalam sinar-X yang dilepaskan oleh magnetar ketika berputar. Tim menghitung bahwa SGR 0418 harus memiliki medan magnet lebih dari 1 kuadriliun, atau 1.000 triliun guass. Guass merupakan unit yang digunakan untuk mengukur kekuatan medan magnet.
Sebagai perbandingan, inti besi Bumi diperkirakan memiliki medan magnet berkekuatan 25 guass. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini bisa membantu peneliti untuk menemukan magnetar tersembunyi lainnya dan membantu peneliti memperoleh wawasan baru mengenai objek menarik luar angkasa.
[FAAI/Okezone]
Bintang yang telah mati ini memiliki kode nama SGR 0418+5729, yang berjarak 6.500 tahun cahaya dari Bumi. Awalnya, bintang tersebut diketahui memiliki kekutan medan magnet yang rendah.
Astronom mengestimasi bahwa bintang mati ini memproduksi medan magnet berkekuatan 20 triliun lebih kuat ketimbang pintu magnet mesin pendingin standar. Bintang mati ini merupakan jenis bintang neutron yang dinamakan 'magnetar'.
Konon, bintang ini bisa memproduksi objek padat ekstrem ketika berotasi dan melepaskan sinar gamma dan sinar-X. SGR 0418 pertama kali ditemukan pada 2009 oleh teleskop luar angkasa Fermi milik badan antariksa Amerika serikat, NASA dan observatorium Koronas-Photon Rusia.
"Sampai sekarang, semua indikasi (mengungkap) bahwa magnetar ini memiliki salah satu medan magnet permukaan terlemah. Namun, kami menduga bahwa SGR 0418 sebenarnya menyembunyikan medan magnet yang jauh lebih kuat, jauh dari jangkauan teknik analisis kami," jelas Andrea Tiengo dari Istituto Universitario di Studi Superiori, Italia.
Tiengo dan timnya menggunakan teknik baru dengan mencari variasi dalam sinar-X yang dilepaskan oleh magnetar ketika berputar. Tim menghitung bahwa SGR 0418 harus memiliki medan magnet lebih dari 1 kuadriliun, atau 1.000 triliun guass. Guass merupakan unit yang digunakan untuk mengukur kekuatan medan magnet.
Sebagai perbandingan, inti besi Bumi diperkirakan memiliki medan magnet berkekuatan 25 guass. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini bisa membantu peneliti untuk menemukan magnetar tersembunyi lainnya dan membantu peneliti memperoleh wawasan baru mengenai objek menarik luar angkasa.
[FAAI/Okezone]
Admin "N.P"
Sabtu, 24 Agustus 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI
Tag :
Bintang,
InfoAstronomi

Medan magnetik Matahari kemungkinan akan
menghilang dalam tiga sampai empat bulan ke depan. Tidak, ini bukan
skuel kiamat berikutnya. Ini benar-benar akan terjadi.
Namun, tidak ada yang perlu ditakutkan akan hal ini, karena pada kenyataannya ini adalah siklus 11 tahunan yang terjadi pada Matahari.
Terbaliknya medan magnet Matahari adalah puncak dari siklus 11 tahunan tersebut. Ketika pembalikan terjadi, medan magnet akan melemah, kemudian mati turun ke nol hingga akhirnya muncul lagi dengan polaritas terbalik.
Ini bukan sebuah bencana alam, namun akan membuat efek. Efek tersebut adalah desiran ke seluruh tata surya, begitu menurut fisikawan Matahari Todd Hoeksema.
Selain itu, pembalikan medan magnet akan membuat Bumi 'diserang' badai matahari. Perlu diketahui, badai matahari tidak berbahaya sama sekali terhadap manusia, Bumi tidak akan terbakar, justru akan tercipta lebih banyak aurora di kedua kutub Bumi.
Sinar kosmik juga terpengaruh. Sinar kosmik adalah partikel berenergi tinggi yang dipercepat hingga kecepatan cahaya oleh ledakan supernova.
Sinar kosmik sangat berbahaya bagi astronot dan satelit di orbit Bumi, dan beberapa ilmuwan berpikir bahwa sinar kosmik juga akan memengaruhi iklim di Bumi.
Kutub selatan Matahari sudah bergerak naik, dan kutub utaranya bergerak turun. Pembalikan ini akan terjadi, dan solar maksimum babak kedua akan segera dimulai.
Referensi: http://www.space.com/22271-sun-magnetic-field-flip.html
-Riza
Namun, tidak ada yang perlu ditakutkan akan hal ini, karena pada kenyataannya ini adalah siklus 11 tahunan yang terjadi pada Matahari.
Terbaliknya medan magnet Matahari adalah puncak dari siklus 11 tahunan tersebut. Ketika pembalikan terjadi, medan magnet akan melemah, kemudian mati turun ke nol hingga akhirnya muncul lagi dengan polaritas terbalik.
Ini bukan sebuah bencana alam, namun akan membuat efek. Efek tersebut adalah desiran ke seluruh tata surya, begitu menurut fisikawan Matahari Todd Hoeksema.
Selain itu, pembalikan medan magnet akan membuat Bumi 'diserang' badai matahari. Perlu diketahui, badai matahari tidak berbahaya sama sekali terhadap manusia, Bumi tidak akan terbakar, justru akan tercipta lebih banyak aurora di kedua kutub Bumi.
Sinar kosmik juga terpengaruh. Sinar kosmik adalah partikel berenergi tinggi yang dipercepat hingga kecepatan cahaya oleh ledakan supernova.
Sinar kosmik sangat berbahaya bagi astronot dan satelit di orbit Bumi, dan beberapa ilmuwan berpikir bahwa sinar kosmik juga akan memengaruhi iklim di Bumi.
Kutub selatan Matahari sudah bergerak naik, dan kutub utaranya bergerak turun. Pembalikan ini akan terjadi, dan solar maksimum babak kedua akan segera dimulai.
Referensi: http://www.space.com/22271-sun-magnetic-field-flip.html
-Riza
Sabtu, 10 Agustus 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI
Tag :
Bintang,
InfoAstronomi
"NASA Temukan Jenis Baru Ledakan Bintang Besar"
Teleskop luar angkasa Hubble
mendeteksi jenis baru dari ledakan bintang luar angkasa. Dinamakan
Kilonova, fenomena ledakan ini terjadi akibat bertubrukannya objek
seperti bintang neutron.
Dilansir Nasa.gov, (4/8/2013), teleskop Hubble mengamati cahaya bola api yang memudar dari sebuah ledakan Kilonova bulan lalu. Fenomena tersebut diikuti dengan ledakan sinar gamma pendek (GRB) dalam galaksi yang hampir berjarak 4 miliar cahaya dari Bumi.
"Pengamatan ini akhirnya memecahkan misteri ledakan sinar gamma pendek," ungkap peneliti University of Leicester di Inggris, Nial Tanvir. Ilmuwan telah merangkai gambar yang menunjukkan fase mulai dari sebelum ledakan hingga memudarnya cahaya ledakan.
Dilansir Nasa.gov, (4/8/2013), teleskop Hubble mengamati cahaya bola api yang memudar dari sebuah ledakan Kilonova bulan lalu. Fenomena tersebut diikuti dengan ledakan sinar gamma pendek (GRB) dalam galaksi yang hampir berjarak 4 miliar cahaya dari Bumi.
"Pengamatan ini akhirnya memecahkan misteri ledakan sinar gamma pendek," ungkap peneliti University of Leicester di Inggris, Nial Tanvir. Ilmuwan telah merangkai gambar yang menunjukkan fase mulai dari sebelum ledakan hingga memudarnya cahaya ledakan.
Senin, 05 Agustus 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI
Tag :
Bintang,
InfoAstronomi
"Ilmuwan Temukan Galaksi Terkecil, Yang Hanya Memiliki 1.000 Bintang"
![Foto: "Ilmuwan Temukan Galaksi Terkecil, Yang Hanya Memiliki 1.000 Bintang"
Selama ini yang ada dalam bayangan hampir semua
orang ketika mendengar galaksi tentu terbentang luas di luar angkasa dan memiliki miliaran bintang yang bertaburan. Namun ternyata tidak selalu demikian.
Para ilmuwan dari University of
California Irvine, Amerika Serikat (AS)
belum lama ini menemukan sebuah
galaksi yang memiliki ukuran sangat
kecil dan diduga hanya memiliki
1000 bintang saja.
Dengan menggunakan teleskop WM Keck
Observatory di Hawaii, mereka
menemukan sebuah galaksi
berukuran kecil yang diberi nama
Segue 2. Demikian dikutip Softpedia,
Selasa (11/5/2013).
Segue 2 adalah salah satu dari sekian
banyak galaksi berukuran kecil yang melayang-layang sendiri di angkasa.
Para ilmuwan mengatakan galaksi
tersebut memiliki materi gelap di
sekelilingnya yang membuatnya berbeda dengan galaksi-galaksi
lainnya.
Adapun mereka mengatakan
komponen galaksi Segue 2 ini terdiri
dari bintang-bintang, gas dan
berbagai materi gelap yang memiliki
gravitasi.
Hasil penemuan galaksi
terkecil di luar angkasa ini dipublikasikan dalam The
Astrophysical Journal.
[FAAI/Okezone] -NP](https://m.ak.fbcdn.net/sphotos-a.ak/hphotos-ak-prn1/p480x480/994159_384470764992899_118128227_n.jpg)
Selama ini yang ada dalam bayangan hampir semua orang ketika mendengar galaksi tentu terbentang luas di luar angkasa dan memiliki miliaran bintang yang bertaburan. Namun ternyata tidak selalu demikian.
Para ilmuwan dari University of California Irvine, Amerika Serikat (AS) belum lama ini menemukan sebuah galaksi yang memiliki ukuran sangat kecil dan diduga hanya memiliki 1000 bintang saja.
Dengan menggunakan teleskop WM Keck Observatory di Hawaii, mereka menemukan sebuah galaksi berukuran kecil yang diberi nama Segue 2. Demikian dikutip Softpedia, (2013).
Para ilmuwan dari University of California Irvine, Amerika Serikat (AS) belum lama ini menemukan sebuah galaksi yang memiliki ukuran sangat kecil dan diduga hanya memiliki 1000 bintang saja.
Dengan menggunakan teleskop WM Keck Observatory di Hawaii, mereka menemukan sebuah galaksi berukuran kecil yang diberi nama Segue 2. Demikian dikutip Softpedia, (2013).
"Mengapa Bulan / Matahari Tampak Lebih Besar di Cakrawala?"
*Mengapa bulan/matahari kelihatan lebih besar pada waktu pagi atau sore hari? Cekidot!
Gejala bulan/matahari lebih besar pada saat dekat dengan cakrawala hanyalah ilusi, karena otak kita berpikir bahwa arah cakrawala lebih jauh daripada di titik kulminasi / zenith. Karena itu ketika kamu melihat Bulan / Matahari terbit di cakrawala dan perlahan -lahan naik ke zenith ia akan tampak semakin mengecil.
Gejala bulan/matahari lebih besar pada saat dekat dengan cakrawala hanyalah ilusi, karena otak kita berpikir bahwa arah cakrawala lebih jauh daripada di titik kulminasi / zenith. Karena itu ketika kamu melihat Bulan / Matahari terbit di cakrawala dan perlahan -lahan naik ke zenith ia akan tampak semakin mengecil.
"Inilah Daftar 88 Rasi Bintang Resmi"
Andromeda = Puteri Ethiopia
Antlia = pompa air
Apus = burung surga
Aquarius = pembawa air
Aquila = garuda
Ara = altar
Aries = biri-biri jantan
Auriga = pengemudi kereta perang
Antlia = pompa air
Apus = burung surga
Aquarius = pembawa air
Aquila = garuda
Ara = altar
Aries = biri-biri jantan
Auriga = pengemudi kereta perang
Bootes = penggembala
Caelum = alat pemahat
Camelopardus = jerapah
Cancer = ketam
Canes Venaciti = anjing-anjing pemburu
Canis Major = anjing besar
Canis Minor = anjing kecil
Capricornus = kambing laut
Carina = lunas kapal Argonauts
Casiopeia = ratu Ethiopia
Centaurus = Centaur
Cepheus = raja Ethiopia
Cetus = ikan paus
Chamaeleon = bunglon
Circinus = kompas
Columba = merpati
Coma Berenices = rambut Berenice
Corona Australis = mahkota selatan
Corona Borealis = mahlota utara
Corvus = burung gagak
Crater = cangkir
Crux = salib selatan
Cygnus = angsa
Delphinus = ikan lumba-lumba
Dorado = ikan todak
Draco = naga
Equuleus = kuda kecil
Eridanus = sungai
Fornax = tungku
Gemini = kembar
Grus = burung bangau
Hercules = Hercules, anak Zeus
Horologium = jam
Hydra = naga laut
Hydrus = ular air
Indus = Indian
Lacerta = kadal
Leo = singa
Leo Minor = singa kecil
Lepus = kelinci
Libra = timbangan neraca
Lupus = serigala
Lynx = sejenis kucing liar
Lyra = sejenis kecapi
Mensa = meja (pegunungan)
Microscopium = mikroskop
Monoceros = kuda bertanduk satu
Musca = lalat
Norma = timbangan datar
Octans = oktan
Ophiuchus = tangan naga
Orion = pemburu
Pavo = merak
Pegasus = kuda bersayap
Perseus = Perseus
Phoenix = burung dalam dongeng
Pictor = kuda-kuda
Pisces = ikan
Piscis Austrinus = ikan selatan
Puppis = buritan kapal Argonauts
Pyxis = kompas di kapal Argonauts
Reticulum = jaring
Sagitta = anak panah
Sagittarius = pemanah
Scorpius = kalajengking
Sculptor = alat ahli pahat
Scutum = perisai
Serpens = naga
Sextans = sekstan
Taurus = lembu jantan
Telescopium = teleskop
Triangulum = segitiga
Triangulum Australis = segitiga selatan
Tucana = semacam burung
Ursa Major = beruang besar
Ursa Minor = beruang kecil
Vela = layar kapal Argonauts
Virgo = gadis
Volans = ikan terbang
Vulpecula = rubah
*** oh ya, satu hal.. jangan pernah percaya
dengan astrologi yang menghubungkan letak rasi-rasi bintang dengan
kehidupan manusia secara tidak logis...
-Nugroho Pangestu-
Jumat, 11 Januari 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI
Tag :
Bintang,
InfoAstronomi
"Mengapa Bintang Tampak Berkedip?"
Pernahkah Anda perhatikan dengan seksama,
bahwa bintang yang kita amati di malam hari tampak berkedip? Cahayanya
berubah-ubah seperti lampu kelap-kelip, dan terkadang warnanya pun
berubah-ubah dari putih ke biru atau merah dan sebaliknya. Sebenarnya
bintang memancarkan energinya relatif konstan/stabil setiap saat. Jadi
perubahan yang terjadi tidak berasal dari bintangnya. Ada hal lain yang menyebabkan bintang tampak berkedip. Apakah itu?
Penyebab utamanya adalah karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak sehingga menimbulkan turbulensi. Turbulensi ini bentuknya sama seperti ombak atau gelombang di laut dan kolam renang. Jadi untuk mendapatkan gambaran seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang permukaannya tidak tenang.
Penyebab utamanya adalah karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak sehingga menimbulkan turbulensi. Turbulensi ini bentuknya sama seperti ombak atau gelombang di laut dan kolam renang. Jadi untuk mendapatkan gambaran seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang permukaannya tidak tenang.
Kamis, 03 Januari 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI
Tag :
Bintang,
InfoAstronomi
"2015 Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari?"
"Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares',"
Matahari adalah salah satu bintang terbesar di luar angksa. Namun, sejauh ini belum ada ilmuwan yang bisa melakukan penelitian dari jarak dekat.
Matahari adalah salah satu bintang terbesar di luar angksa. Namun, sejauh ini belum ada ilmuwan yang bisa melakukan penelitian dari jarak dekat.
Saat ini ada beberapa ilmuwan dari beberapa negara yang tergabung dalam helio-physicists telah membuat perangkat untuk mendekati Matahari, untuk menelitinya sedekat mungkin. Untuk menunjang penelitian itu, Rusia berencana akan meluncurkan pesawat ruang angkasa ke Matahari.
Minggu, 09 Desember 2012
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI
Tag :
Bintang,
InfoAstronomi
"Bintang Terbesar di Alam Semesta Adalah NML Cygni , Bukan VY Canis Majoris?"
NML Cygni atau V1489 Cygni adalah bintang hypergiant merah dan
bintang terbesar yang diketahui saat ini, sekitar 1.650 kali dari
matahari atau memiliki radius 7.67 AU.
Bintang ini termasuk salah satu bintang maharaksasa bercahaya. Diperkirakan memiliki jarak dari Bumi sekitar 1,6kpc, atau sekitar 5.300 tahun cahaya. Bintang ini memiliki lingkungan yang berdebu di sekitarnya dan debu itu menunjukkan suatu nebula berbentuk asimetris yang bertepatan dengan distribusi Uap Maser H2O.
NML Cygni adalah bintang variabel semiregular dengan masa periode sekitar 940 hari. NML Cygni adalah bagian dari gugus bintang Cygnus. Gugus bintang Cygnus mencakup hampir 2° langit, atau ~ 30 pc dalam radius pada jarak 1,74 ± 0,2 kpc, sehingga merupakan salah satu gugus bintang besar terdekat dengan Matahari. Bintang ini memiliki tingkat massa diperkirakan sekitar 2 × 10 - 4M ⊙ yr -1. Dan paralaks tahunan bintang ini diukur menjadi sekitar 0,62 mili - arc - detik.
Luminositas bolometric (Lbol) untuk bintang ini dekat 3 × 105 L ☉. Besar bolometric nya (Mbol) adalah sekitar -9,0. Membuatnya menjadi salah satu bintang paling terang berukuran hypergiant melebihi bintang terbesar sebelumnya, VY Canis Majoris, yang dingin.
Bintang ini ditemukan pada tahun 1965, oleh Neugebauer, Martz dan Leighton. Penamaan NML berasal dari nama ketiga penemunya. Dari pengamatan, diperkirakan bahwa bintang ini memiliki debu dan molekul. Bintang ini memiliki salah satu tingkat massa terbesar yang diperkirakan sekitar 2 × 10-4 M ☉ per tahun. Debu terbentuk karena kecepatan pasca angin kencang dan tingkat massa emisi tinggi. Kecepatan anginnya diperkirakan sekitar 23 km/s. Karena lokasinya yang unik di dalam Bima Sakti bintang ini tidak mendominasi lingkungan lokal antarbintang.
NML Cygni adalah bintang maharaksasa yang kaya oksigen. Komposisinya mulai terungkap dengan ditemukannya Maser OH (1612 MHz) pada tahun 1968 (Wilson dan Barrett). Kehadiran molekul seperti H2O, SiO, CO, HCN, CS, SO, SO2 dan H2S juga terungkap dalam tahun yang sama.
Bintang ini termasuk salah satu bintang maharaksasa bercahaya. Diperkirakan memiliki jarak dari Bumi sekitar 1,6kpc, atau sekitar 5.300 tahun cahaya. Bintang ini memiliki lingkungan yang berdebu di sekitarnya dan debu itu menunjukkan suatu nebula berbentuk asimetris yang bertepatan dengan distribusi Uap Maser H2O.
NML Cygni adalah bintang variabel semiregular dengan masa periode sekitar 940 hari. NML Cygni adalah bagian dari gugus bintang Cygnus. Gugus bintang Cygnus mencakup hampir 2° langit, atau ~ 30 pc dalam radius pada jarak 1,74 ± 0,2 kpc, sehingga merupakan salah satu gugus bintang besar terdekat dengan Matahari. Bintang ini memiliki tingkat massa diperkirakan sekitar 2 × 10 - 4M ⊙ yr -1. Dan paralaks tahunan bintang ini diukur menjadi sekitar 0,62 mili - arc - detik.
Luminositas bolometric (Lbol) untuk bintang ini dekat 3 × 105 L ☉. Besar bolometric nya (Mbol) adalah sekitar -9,0. Membuatnya menjadi salah satu bintang paling terang berukuran hypergiant melebihi bintang terbesar sebelumnya, VY Canis Majoris, yang dingin.
Bintang ini ditemukan pada tahun 1965, oleh Neugebauer, Martz dan Leighton. Penamaan NML berasal dari nama ketiga penemunya. Dari pengamatan, diperkirakan bahwa bintang ini memiliki debu dan molekul. Bintang ini memiliki salah satu tingkat massa terbesar yang diperkirakan sekitar 2 × 10-4 M ☉ per tahun. Debu terbentuk karena kecepatan pasca angin kencang dan tingkat massa emisi tinggi. Kecepatan anginnya diperkirakan sekitar 23 km/s. Karena lokasinya yang unik di dalam Bima Sakti bintang ini tidak mendominasi lingkungan lokal antarbintang.
NML Cygni adalah bintang maharaksasa yang kaya oksigen. Komposisinya mulai terungkap dengan ditemukannya Maser OH (1612 MHz) pada tahun 1968 (Wilson dan Barrett). Kehadiran molekul seperti H2O, SiO, CO, HCN, CS, SO, SO2 dan H2S juga terungkap dalam tahun yang sama.
Sumber : www.infoastronomy.uni.me
-Nugroho Pangestu-
Jumat, 16 November 2012
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI