Tampilkan postingan dengan label Bintang. Tampilkan semua postingan

"Apakah Tiap Malam Kita Melihat Bintang yang Sama?"

Jawabannya tidak. Setiap malam kita dapat melihat ada bintang-bintang baru di ufuk timur saat Matahari terbenam. Kita juga melihat bahwa bintang-bintang di ufuk barat yang kita amati pada malam sebelumnya tidak dapat kita amati lagi.

Ketika bintang-bintang yang ada di langit malam terbenam, yang lain pun terbit. Perlu diingat juga, bintang yang dilihat pengamat di belahan bumi utara dan selatan juga berbeda.

Bintang yang dilihat pengamat akan tampak bergerak melintasi langit sepanjang malam dan terus melintasi langit di siang hari --meskipun tak dapat dilihat oleh manusia dan akan kembali di lokasi yang relatif sama di malam hari di waktu yang sama keesokan harinya.

Tapi kalau pengamatan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama, pengamat akan melihat kalau lokasi bintang dan kelompoknya itu bergeser. Ada pula kelompok bintang baru yang tampak di langit pada waktu tersebut.

Mengapa demikian?

Penyebab bintang-bintang tampak bergerak di langit malam adalah gerak rotasi Bumi. Perputaran Bumi pada porosnya inilah yang menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang-bintang melintasi angkasa terbit dan terbenam seperti layaknya Matahari dan Bulan.

Bumi menyelesaikan putaran 360° pada porosnya setiap 23 jam 56 menit sehingga bintang pun tampak berputar dan bergerak.

Jika dilihat dari kutub, maka Bumi akan tampak berputar berlawanan arah jarum jam, dan bintang-bintang akan tampak bergerak dari timur ke barat.

Tapi bagi pengamat di kutub, bintang akan tampak berputar di langit tidak pernah mencapai horison sehingga tidak akan mengalami terbit dan tenggelam. Bintang-bintang seperti ini disebut bintang sirkumpolar.

Lakukan percobaan ini!
Keluar dan amatilah langit. Pilih beberapa bintang atau satu rasi bintang tertentu dan petakan pada kertas. Amati sepanjang malam dan lihatlah pergerakan bintang-bintang itu.

Lakukan pengamatan secara rutin pada waktu yang sama selama beberapa hari berikutnya dan bandingkan gambar yang dibuat setiap melakukan pengamatan. Pada jam yang sama, bintang yang dilihat “hampir tidak mengalami perubahan posisi” tapi sepanjang malam, sang bintang bergerak dari timur ke barat.

Sekarang, lakukan pengamatan pada jam yang sama beberapa bulan kemudian. Pengamat akan menemukan kalau bintang-bintang yang dilihat dulu sudah berpindah lokasi atau bahkan sudah tidak tampak lagi di langit malam digantikan kelompok bintang yang berbeda. Ini disebabkan oleh gerak Bumi mengelilingi Matahari.

Bumi membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi Matahari, dan selama setahun tersebut, pengamat di Bumi akan melihat kelompok bintang atau konstelasi bintang yang berbeda.

Jadi perputaran Bumi pada dirinya sendiri menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang bergerak sepanjang malam. Perputaran Bumi mengelilingi Matahari memberi kesempatan pada pengamat di Bumi untuk mengamati porsi langit malam yang berbeda-beda. 

(Sumber: langitselatan.com)

Admin "N.P"
Kamis, 12 September 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"Ditemukan Medan Magnet Raksasa dari Bintang Yang Sudah Mati"

Ilmuwan melalui bantuan teleskop luar angkasa mengklaim telah menemukan fenomena medan magnet terbesar di luar angkasa. Kekuatan medan magnet ini kabarnya 20 triliun lebih kuat ketimbang magnet pada perangkat elektronik.
 
Dilansir Telegraph, fenomena medan magnet paling kuat di alam semesta berhasil ditemukan. Fenomena tersebut terkait dengan kematian bintang yang memiliki massa setara dengan matahari dan kabarnya menyebar ke seluruh area sepanjang 12 mil.

Bintang yang telah mati ini memiliki kode nama SGR 0418+5729, yang berjarak 6.500 tahun cahaya dari Bumi. Awalnya, bintang tersebut diketahui memiliki kekutan medan magnet yang rendah.

Astronom mengestimasi bahwa bintang mati ini memproduksi medan magnet berkekuatan 20 triliun lebih kuat ketimbang pintu magnet mesin pendingin standar. Bintang mati ini merupakan jenis bintang neutron yang dinamakan 'magnetar'.

Konon, bintang ini bisa memproduksi objek padat ekstrem ketika berotasi dan melepaskan sinar gamma dan sinar-X. SGR 0418 pertama kali ditemukan pada 2009 oleh teleskop luar angkasa Fermi milik badan antariksa Amerika serikat, NASA dan observatorium Koronas-Photon Rusia.

"Sampai sekarang, semua indikasi (mengungkap) bahwa magnetar ini memiliki salah satu medan magnet permukaan terlemah. Namun, kami menduga bahwa SGR 0418 sebenarnya menyembunyikan medan magnet yang jauh lebih kuat, jauh dari jangkauan teknik analisis kami," jelas Andrea Tiengo dari Istituto Universitario di Studi Superiori, Italia.

Tiengo dan timnya menggunakan teknik baru dengan mencari variasi dalam sinar-X yang dilepaskan oleh magnetar ketika berputar. Tim menghitung bahwa SGR 0418 harus memiliki medan magnet lebih dari 1 kuadriliun, atau 1.000 triliun guass. Guass merupakan unit yang digunakan untuk mengukur kekuatan medan magnet.

Sebagai perbandingan, inti besi Bumi diperkirakan memiliki medan magnet berkekuatan 25 guass. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini bisa membantu peneliti untuk menemukan magnetar tersembunyi lainnya dan membantu peneliti memperoleh wawasan baru mengenai objek menarik luar angkasa.

[FAAI/Okezone]

Admin "N.P"
Sabtu, 24 Agustus 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"Medan Magnetik Matahari Akan Terbalik di Tahun 2013 Ini"

Foto: Medan Magnetik Matahari Akan Terbalik

---
Medan magnetik Matahari kemungkinan akan menghilang dalam tiga sampai empat bulan ke depan. Tidak, ini bukan skuel kiamat berikutnya. Ini benar-benar akan terjadi.

Namun, tidak ada yang perlu ditakutkan akan hal ini, karena pada kenyataannya ini adalah siklus 11 tahunan yang terjadi pada Matahari.

Terbaliknya medan magnet Matahari adalah puncak dari siklus 11 tahunan tersebut. Ketika pembalikan terjadi, medan magnet akan melemah, kemudian mati turun ke nol hingga akhirnya muncul lagi dengan polaritas terbalik.

Ini bukan sebuah bencana alam, namun akan membuat efek. Efek tersebut adalah desiran ke seluruh tata surya, begitu menurut fisikawan Matahari Todd Hoeksema.

Selain itu, pembalikan medan magnet akan membuat Bumi 'diserang' badai matahari. Perlu diketahui, badai matahari tidak berbahaya sama sekali terhadap manusia, Bumi tidak akan terbakar, justru akan tercipta lebih banyak aurora di kedua kutub Bumi.

Sinar kosmik juga terpengaruh. Sinar kosmik adalah partikel berenergi tinggi yang dipercepat hingga kecepatan cahaya oleh ledakan supernova.

Sinar kosmik sangat berbahaya bagi astronot dan satelit di orbit Bumi, dan beberapa ilmuwan berpikir bahwa sinar kosmik juga akan memengaruhi iklim di Bumi.

Kutub selatan Matahari sudah bergerak naik, dan kutub utaranya bergerak turun. Pembalikan ini akan terjadi, dan solar maksimum babak kedua akan segera dimulai.

Referensi: http://www.space.com/22271-sun-magnetic-field-flip.html

-Riza

Medan magnetik Matahari kemungkinan akan menghilang dalam tiga sampai empat bulan ke depan. Tidak, ini bukan skuel kiamat berikutnya. Ini benar-benar akan terjadi.

Namun, tidak ada yang perlu ditakutkan akan hal ini, karena pada kenyataannya ini adalah siklus 11 tahunan yang terjadi pada Matahari.

Terbaliknya medan magnet Matahari adalah puncak dari siklus 11 tahunan tersebut. Ketika pembalikan terjadi, medan magnet akan melemah, kemudian mati turun ke nol hingga akhirnya muncul lagi dengan polaritas terbalik.

Ini bukan sebuah bencana alam, namun akan membuat efek. Efek tersebut adalah desiran ke seluruh tata surya, begitu menurut fisikawan Matahari Todd Hoeksema.

Selain itu, pembalikan medan magnet akan membuat Bumi 'diserang' badai matahari. Perlu diketahui, badai matahari tidak berbahaya sama sekali terhadap manusia, Bumi tidak akan terbakar, justru akan tercipta lebih banyak aurora di kedua kutub Bumi.

Sinar kosmik juga terpengaruh. Sinar kosmik adalah partikel berenergi tinggi yang dipercepat hingga kecepatan cahaya oleh ledakan supernova.

Sinar kosmik sangat berbahaya bagi astronot dan satelit di orbit Bumi, dan beberapa ilmuwan berpikir bahwa sinar kosmik juga akan memengaruhi iklim di Bumi.

Kutub selatan Matahari sudah bergerak naik, dan kutub utaranya bergerak turun. Pembalikan ini akan terjadi, dan solar maksimum babak kedua akan segera dimulai.

Referensi: http://www.space.com/22271-sun-magnetic-field-flip.html

-Riza
Sabtu, 10 Agustus 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"NASA Temukan Jenis Baru Ledakan Bintang Besar"

detail berita 

Teleskop luar angkasa Hubble mendeteksi jenis baru dari ledakan bintang luar angkasa. Dinamakan Kilonova, fenomena ledakan ini terjadi akibat bertubrukannya objek seperti bintang neutron.

Dilansir Nasa.gov, (4/8/2013), teleskop Hubble mengamati cahaya bola api yang memudar dari sebuah ledakan Kilonova bulan lalu. Fenomena tersebut diikuti dengan ledakan sinar gamma pendek (GRB) dalam galaksi yang hampir berjarak 4 miliar cahaya dari Bumi.

"Pengamatan ini akhirnya memecahkan misteri ledakan sinar gamma pendek," ungkap peneliti University of Leicester di Inggris, Nial Tanvir. Ilmuwan telah merangkai gambar yang menunjukkan fase mulai dari sebelum ledakan hingga memudarnya cahaya ledakan.
Senin, 05 Agustus 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"Ilmuwan Temukan Galaksi Terkecil, Yang Hanya Memiliki 1.000 Bintang"

Foto: "Ilmuwan Temukan Galaksi Terkecil, Yang Hanya Memiliki 1.000 Bintang"

Selama ini yang ada dalam bayangan hampir semua
orang ketika mendengar galaksi tentu terbentang luas di luar angkasa dan memiliki miliaran bintang yang bertaburan. Namun ternyata tidak selalu demikian.

Para ilmuwan dari University of
California Irvine, Amerika Serikat (AS)
belum lama ini menemukan sebuah
galaksi yang memiliki ukuran sangat
kecil dan diduga hanya memiliki
1000 bintang saja.

Dengan menggunakan teleskop WM Keck
Observatory di Hawaii, mereka
menemukan sebuah galaksi
berukuran kecil yang diberi nama
Segue 2. Demikian dikutip Softpedia,
Selasa (11/5/2013).

Segue 2 adalah salah satu dari sekian
banyak galaksi berukuran kecil yang melayang-layang sendiri di angkasa.

Para ilmuwan mengatakan galaksi
tersebut memiliki materi gelap di
sekelilingnya yang membuatnya berbeda dengan galaksi-galaksi
lainnya.

Adapun mereka mengatakan
komponen galaksi Segue 2 ini terdiri
dari bintang-bintang, gas dan
berbagai materi gelap yang memiliki
gravitasi.

Hasil penemuan galaksi
terkecil di luar angkasa ini dipublikasikan dalam The
Astrophysical Journal.

[FAAI/Okezone] -NP

Selama ini yang ada dalam bayangan hampir semua orang ketika mendengar galaksi tentu terbentang luas di luar angkasa dan memiliki miliaran bintang yang bertaburan. Namun ternyata tidak selalu demikian.

Para ilmuwan dari University of California Irvine, Amerika Serikat (AS) belum lama ini menemukan sebuah galaksi yang memiliki ukuran sangat kecil dan diduga hanya memiliki 1000 bintang saja.

Dengan menggunakan teleskop WM Keck Observatory di Hawaii, mereka menemukan sebuah galaksi berukuran kecil yang diberi nama Segue 2. Demikian dikutip Softpedia, (2013).
Selasa, 30 Juli 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"Mengapa Bulan / Matahari Tampak Lebih Besar di Cakrawala?"

 

*Mengapa bulan/matahari kelihatan lebih besar pada waktu pagi atau sore hari? Cekidot!

Gejala bulan/matahari lebih besar pada saat dekat dengan cakrawala hanyalah ilusi, karena otak kita berpikir bahwa arah cakrawala lebih jauh daripada di titik kulminasi / zenith. Karena itu ketika kamu melihat Bulan / Matahari terbit di cakrawala dan perlahan -lahan naik ke zenith ia akan tampak semakin mengecil.

Sabtu, 13 April 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"Inilah Daftar 88 Rasi Bintang Resmi"

Andromeda = Puteri Ethiopia
Antlia = pompa air
Apus = burung surga
Aquarius = pembawa air
Aquila = garuda
Ara = altar
Aries = biri-biri jantan
Auriga = pengemudi kereta perang

Bootes = penggembala

Caelum = alat pemahat
Camelopardus = jerapah
Cancer = ketam
Canes Venaciti = anjing-anjing pemburu
Canis Major = anjing besar
Canis Minor = anjing kecil
Capricornus = kambing laut
Carina = lunas kapal Argonauts
Casiopeia = ratu Ethiopia
Centaurus = Centaur
Cepheus = raja Ethiopia
Cetus = ikan paus
Chamaeleon = bunglon
Circinus = kompas
Columba = merpati
Coma Berenices = rambut Berenice
Corona Australis = mahkota selatan
Corona Borealis = mahlota utara
Corvus = burung gagak
Crater = cangkir
Crux = salib selatan
Cygnus = angsa

Delphinus = ikan lumba-lumba
Dorado = ikan todak
Draco = naga

Equuleus = kuda kecil
Eridanus = sungai

Fornax = tungku

Gemini = kembar
Grus = burung bangau

Hercules = Hercules, anak Zeus
Horologium = jam
Hydra = naga laut
Hydrus = ular air

Indus = Indian

Lacerta = kadal
Leo = singa
Leo Minor = singa kecil
Lepus = kelinci
Libra = timbangan neraca
Lupus = serigala
Lynx = sejenis kucing liar
Lyra = sejenis kecapi

Mensa = meja (pegunungan)
Microscopium = mikroskop
Monoceros = kuda bertanduk satu
Musca = lalat

Norma = timbangan datar

Octans = oktan
Ophiuchus = tangan naga
Orion = pemburu

Pavo = merak
Pegasus = kuda bersayap
Perseus = Perseus
Phoenix = burung dalam dongeng
Pictor = kuda-kuda
Pisces = ikan
Piscis Austrinus = ikan selatan
Puppis = buritan kapal Argonauts
Pyxis = kompas di kapal Argonauts

Reticulum = jaring

Sagitta = anak panah
Sagittarius = pemanah
Scorpius = kalajengking
Sculptor = alat ahli pahat
Scutum = perisai
Serpens = naga
Sextans = sekstan

Taurus = lembu jantan
Telescopium = teleskop
Triangulum = segitiga
Triangulum Australis = segitiga selatan
Tucana = semacam burung

Ursa Major = beruang besar
Ursa Minor = beruang kecil

Vela = layar kapal Argonauts
Virgo = gadis
Volans = ikan terbang
Vulpecula = rubah

*** oh ya, satu hal.. jangan pernah percaya dengan astrologi yang menghubungkan letak rasi-rasi bintang dengan kehidupan manusia secara tidak logis...

-Nugroho Pangestu-
Jumat, 11 Januari 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"Mengapa Bintang Tampak Berkedip?"

Pernahkah Anda perhatikan dengan seksama, bahwa bintang yang kita amati di malam hari tampak berkedip? Cahayanya berubah-ubah seperti lampu kelap-kelip, dan terkadang warnanya pun berubah-ubah dari putih ke biru atau merah dan sebaliknya. Sebenarnya bintang memancarkan energinya relatif konstan/stabil setiap saat. Jadi perubahan yang terjadi tidak berasal dari bintangnya. Ada hal lain yang menyebabkan bintang tampak berkedip. Apakah itu?

Penyebab utamanya adalah karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak sehingga menimbulkan turbulensi. Turbulensi ini bentuknya sama seperti ombak atau gelombang di laut dan kolam renang. Jadi untuk mendapatkan gambaran seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang permukaannya tidak tenang.
Kamis, 03 Januari 2013
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"2015 Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari?"

Foto: "2015 Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari?"

"Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares',"

Matahari adalah salah satu bintang terbesar di luar angksa.
Namun, sejauh ini belum ada ilmuwan
yang bisa melakukan penelitian dari jarak dekat.

Saat ini ada beberapa ilmuwan dari
beberapa negara yang tergabung
dalam helio-physicists telah membuat
perangkat untuk mendekati Matahari,
untuk menelitinya sedekat mungkin.
Untuk menunjang penelitian itu, Rusia berencana akan meluncurkan
pesawat ruang angkasa ke Matahari.

Ide pertama mengirimkan pesawat
ruang angkasa ke Matahari berasal
dari komunitas ilmuwan Rusia pada
tahun 1970 (di masa Brezhnev).
Namun, di awal proyek pertama itu,
pesawat tanpa awak itu secara teknis dinilai tidak layak.

Kini para ahli dari Institute of
Terrestrial Magnetism, Ionosphere and
Radio Wave Propagation atau Pushkov
(IZMIRAN), Physics Institute of the
Academy of Sciences (FIAN) dan
peneliti lainnya, sedang bekerja untuk menyelesaikan proyek
Interhelioprobe. Direktur Lembaga
Studi Luar Angkasa dengan Akademisi
Ilmu Pengetahuan Rusia, Lev Zelyony,
mengatakan tidak menutup
kemungkinan bahwa pesawat antariksa ini nanti akan bisa mendekati Matahari pada ketinggian 10-12 solar radii.

Dengan jarak sedekat itu, ancaman
bahaya memang akan muncul. Selain
bahaya overheating, juga bahaya
penguapan sinar di bawah Matahari
yang bisa menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.

Oleh karena itu, yang akan menjadi
prioritas adalah mengembangkan
perisai panas yang mampu menahan
suhu sampai 600 derajat Celcius.
Nantinya, bahan perisai itu akan
dibuat dari bahan tungsten, molybdenum, dan bahan tahan api
lainnya.

"Mendekati Matahari diperlukan untuk
mempelajari fenomena seperti 'solar
flares'," kata Vladimir Kuznetsov,
Direktur IZMIRAN. "Yang paling
penting juga untuk mempelajari siklus
Matahari dan dinamo Matahari, karena sampai hari ini kami masih tidak dapat
memprediksi awal dan amplitudo siklus ini."

Menurut Kuznetsov, jika mampu
mempelajari serta memprediksi siklus
Matahari, akan memungkinkan untuk
mengurangi dampak bahaya bagi Bumi.

Selain Rusia, proyek serupa juga
dilakukan di negara lain. Ilmuwan
Eropa yang bekerja untuk Solar Orbiter
juga tengah meneliti Matahari dari
jarak 60 solar radii (jarak ini sedikit
lebih dekat dari orbit Merkurius). American Solar Probe akan mendekati
Matahari pada jarak hanya 8.5 radii dari permukaan.

Namun, Solar Orbiter baru akan
diluncurkan pada 2017, dan Solar
Probe pada tahun 2018. Sedangkan
pesawat milik Rusia itu, diyakini para
ilmuwan akan diluncurkan pada 2015.

Sumber : vivanews

-Np- 

"Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares',"
 
Matahari adalah salah satu bintang terbesar di luar angksa. Namun, sejauh ini belum ada ilmuwan yang bisa melakukan penelitian dari jarak dekat.

Saat ini ada beberapa ilmuwan dari beberapa negara yang tergabung dalam helio-physicists telah membuat perangkat untuk mendekati Matahari, untuk menelitinya sedekat mungkin. Untuk menunjang penelitian itu, Rusia berencana akan meluncurkan pesawat ruang angkasa ke Matahari.
Minggu, 09 Desember 2012
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"Bintang Terbesar di Alam Semesta Adalah NML Cygni , Bukan VY Canis Majoris?"

 

NML Cygni atau V1489 Cygni adalah bintang hypergiant merah dan bintang terbesar yang diketahui saat ini, sekitar 1.650 kali dari matahari atau memiliki radius 7.67 AU.

Bintang ini termasuk salah satu bintang maharaksasa bercahaya. Diperkirakan memiliki jarak dari Bumi sekitar 1,6kpc, atau sekitar 5.300 tahun cahaya. Bintang ini memiliki lingkungan yang berdebu di sekitarnya dan debu itu menunjukkan suatu nebula berbentuk asimetris yang bertepatan dengan distribusi Uap Maser H2O.

NML Cygni adalah bintang variabel semiregular dengan masa periode sekitar 940 hari. NML Cygni adalah bagian dari gugus bintang Cygnus. Gugus bintang Cygnus mencakup hampir 2° langit, atau ~ 30 pc dalam radius pada jarak 1,74 ± 0,2 kpc, sehingga merupakan salah satu gugus bintang besar terdekat dengan Matahari. Bintang ini memiliki tingkat massa diperkirakan sekitar 2 × 10 - 4M ⊙ yr -1. Dan paralaks tahunan bintang ini diukur menjadi sekitar 0,62 mili - arc - detik.

Luminositas bolometric (Lbol) untuk bintang ini dekat 3 × 105 L ☉. Besar bolometric nya (Mbol) adalah sekitar -9,0. Membuatnya menjadi salah satu bintang paling terang berukuran hypergiant melebihi bintang terbesar sebelumnya, VY Canis Majoris, yang dingin.

Bintang ini ditemukan pada tahun 1965, oleh Neugebauer, Martz dan Leighton. Penamaan NML berasal dari nama ketiga penemunya. Dari pengamatan, diperkirakan bahwa bintang ini memiliki debu dan molekul. Bintang ini memiliki salah satu tingkat massa terbesar yang diperkirakan sekitar 2 × 10-4 M ☉ per tahun. Debu terbentuk karena kecepatan pasca angin kencang dan tingkat massa emisi tinggi. Kecepatan anginnya diperkirakan sekitar 23 km/s. Karena lokasinya yang unik di dalam Bima Sakti bintang ini tidak mendominasi lingkungan lokal antarbintang.

NML Cygni adalah bintang maharaksasa yang kaya oksigen. Komposisinya mulai terungkap dengan ditemukannya Maser OH (1612 MHz) pada tahun 1968 (Wilson dan Barrett). Kehadiran molekul seperti H2O, SiO, CO, HCN, CS, SO, SO2 dan H2S juga terungkap dalam tahun yang sama.

Sumber : www.infoastronomy.uni.me

-Nugroho Pangestu-

Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

"Gambar Saat Gerhana Matahari Total 14 November 2012 di Australia"



 

 

 

 

 

 

 

Sumber : langitselatan.com dan info-astronomy
Jumat, 16 November 2012
Posted by Forum Astronom Amatir Indonesia - FAAI

Labels

Popular Posts

Copyright © 2013 FAAI. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Desain oleh Riza Miftah Muharram